Senin, 2 Desember 2013 15:58 WIB
TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Hari AIDS/HIV se-dunia juga
diperingati di Kota Sungaipenuh, Minggu (1/12). Ratusan remaja melakukan long
march mengitari jalanan yang ada di Pasar Sungaipenuh.
Sekitar 150 aktivis AIDS/HI, PMI dari berbagai SMP dan SMA di
Sungaipenuh, turun ke jalan sambil menyanyikan yel-yel anti seks bebas. Mereka
juga membagikan pamflet-pamflet kepada masyarakat, yang ditemui di
simpang Tugu
Adipura dan simpang 5 RSU MHA Thalib.
Sekretaris PMI Sungaipenuh, Edi Zulyadi mengatakan, 150 remaja turun ke
jalan guna memberikan pengetahuan ke masyarakat tentang bahaya AIDS/HIV.
Edi yang juga Sekretaris Dinkes Sungaipenuh mengatakan, selama 5 tahun
belakang ini ada dua laki-laki warga Sungaipenuh yang bekerja di luar daerah
terjangkit AIDS/HIV.
Dijelaskannya. kedua korban tersebut telah melakukan konsling di rumah
sakit yang ada di Kota Jambi.
Sementara itu, di Kerinci sendiri jumlah penderita HIV/AIDS meningkat
cukup signifikan. Data Desember 2012 lalu, jumlah penderita HIV/AIDS hanya 22
orang. Namun hingga Juni 2013 jumlahnya lebih dari 30 orang.
"Rata-rata yang terkena HIV/AIDS di Kerinci masih berusia produktif
di bawah 40 tahun. Bahkan, satu penderita masih berusia Balita," kata
Kabid P2M Dinkes Kerinci, Daswarsa.
Diakuinya, 2011 lalu Kerinci berada di urutan kelima di Provinsi Jambi.
Jika melihat kondisi sekarang, kemungkinan masuk tiga besar penderita HIV/AIDS
terbanyak.
Sejak 2019 lalu, 10 penderita HIV/AIDS sudah meninggal dunia. Dua
diantaranya masih menjalani perawatan. "Banyaknya penderita HIV/AIDS di
Kerinci, karena mereka bekerja di luar daerah. Sayangnya, saat diketahui
menderita HIV, kondisinya sudah fase lanjut,: katanya.
Guna mencegah penyebaran penyakit yang menakutkan ini, Daswarsa mengaku
gencar melakukan sosialisasi. Termasuk meminta warga yang merasa tertular,
untuk segera melakukan tes kesehatan gratis. Agar penyakit itu bisa diketahui
dan dilakukan pencegahan.